Puisi Malam

Malam itu

Dingin menusuk setiap bagian tulang dalam tubuhnya
Mengingatkan kembali perihal kepedihan tentang kepergian seseorang
Tentang kasih sayang yang takkan pernah ia rasakan lagi dari orang lain

Saat ini yang ia rasakan seperti ada yang hilang, namun ia tak tahu apa itu
Hanya saja rasanya begitu sakit bahkan lebih sakit dari semua rasa sakit yang pernah ia rasakan

Lalu hujan turun perlahan dari kedua matanya
Seperti awan yang tak dapat lagi menahan kesedihannya
Ia tak pernah menyukai hujan, karena ia percaya hujan selalu saja menggambarkan kesedihan

Ia memang tidak pandai menunjukan perasaannya, tapi hujan saat itu mewakili perasaannya yang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata
Dan ia membenci dirinya sendiri, karena tak pernah ada disisinya

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini